-
Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional
JAKARTA — Upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil kini turut menempatkan nuklir dalam peta jalan kelistrikan nasional. Pemerintah menyiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) secara bertahap, dimulai dari kapasitas awal yang terbatas sebelum diperbesar sesuai kebutuhan sistem. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyebut nuklir sebagai…
-
Mengelola Listrik dari Energi Nuklir Secara Aman demi Ketahanan Nasional
Oleh: Sjaichul Anwari *) Ketahanan energi menjadi salah satu penentu kemampuan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan ketidakpastian pasokan global. Dalam menghadapi tantangan tersebut, energi nuklir mulai memperoleh tempat dalam perencanaan nasional sebagai sumber listrik rendah emisi yang dapat mendukung pasokan secara stabil. Namun, pemanfaatan nuklir menuntut persiapan yang jauh lebih…
-
Energi Nuklir Membuka Babak Baru Listrik Bersih dan Stabil
Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Indonesia memasuki babak baru dalam membangun sistem energi nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan jangka panjang. Pengembangan energi nuklir menjadi salah satu bagian dari arah tersebut melalui target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 7 gigawatt (GW). Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan…
-
Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai
JAKARTA — Ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi perhatian pemerintah di tengah fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami kemunduran awal musim hujan 2026/2027. Kondisi ini membuat kesiapsiagaan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga…
-
Pemerintah Antisipasi Bencana Kekeringan, Karhutla, dan Hujan Ekstrem
Jakarta – Pemerintah terus meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi akibat pergeseran pola musim 2026-2027. Risiko yang menjadi perhatian meliputi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga longsor. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof. Teuku Faisal Fathani, menjelaskan musim hujan 2026-2027 diperkirakan memiliki curah hujan dalam kategori normal,…
-
Pemerintah Siaga Menghadapi Risiko Ganda Bencana Hidrometeorologi
Oleh Aditya Hartanto )* Kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi dinilai semakin penting seiring meningkatnya risiko banjir, kekeringan, kebakaran, hingga dampak cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara bergantian. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai penguatan mitigasi berbasis risiko, pemanfaatan informasi ilmiah, serta kolaborasi lintas sektor menjadi langkah utama untuk membangun ketangguhan masyarakat. Kepala BMKG Teuku…
-
Kolaborasi Bersama Hadapi Risiko Bencana Menghadapi Cuaca Tak Menentu
Oleh Yuanita Rahmah )* Perubahan pola musim yang semakin sulit diprediksi menuntut pemerintah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana hidrometeorologi, terutama ketika memasuki periode musim hujan 2026-2027. Kondisi cuaca yang tidak sepenuhnya mengikuti pola sebelumnya membuat banjir, longsor, kekeringan, krisis air bersih, hingga gangguan terhadap pertanian perlu diantisipasi secara lebih terukur. Kepala Badan Meteorologi,…
-
Kopdes Merah Putih Hadir Memperkuat Ekonomi Desa, Bukan Menggeser Warung Rakyat
Oleh Atikah Yuliarahmi )* Desa memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Dari sektor pertanian, perdagangan, hingga usaha mikro dan industri rumah tangga, masyarakat desa telah membangun berbagai aktivitas ekonomi yang menjadi sumber penghidupan sekaligus penggerak kesejahteraan. Potensi inilah yang ingin diperkuat pemerintah melalui kehadiran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih…
-
KDMP Papua Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Masyarakat
Oleh: Markus Wenda* Pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas pemerataan pembangunan hingga ke Papua. Program ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun ekonomi yang bertumpu pada masyarakat, memperkuat distribusi kebutuhan pokok, serta membuka peluang usaha…
-
Kopdes Merah Putih Jamin Subsidi Negara Tepat di Tangan Rakyat
Oleh: Sadiman Drajat *) Upaya pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan warga pedesaan kini memasuki babak baru yang lebih nyata dan berdampak langsung. Melalui pengoperasian Koperasi Desa Merah Putih secara serentak sejak awal Oktober 2026, pemerintah mengambil langkah tegas untuk memastikan seluruh program bantuan dan barang bersubsidi negara dapat menjangkau titik paling bawah di pelosok negeri. Keberadaan…