JAKARTA – Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jakarta Selatan memperlihatkan perkembangan peserta didik dalam akademik, kedisiplinan, kepercayaan diri, dan keterampilan. Program pendidikan berasrama ini membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga rentan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan perkembangan program saat melaporkan pelaksanaan Sekolah Rakyat kepada Presiden Prabowo Subianto. Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik dengan lebih dari 44.000 siswa, sementara lebih dari 90 titik telah menggunakan gedung permanen.
“Ya tentu kami akan sedikit melaporkan tentang perkembangan Sekolah Rakyat yang sekarang sudah beroperasi di 182 titik, 90 lebih itu menggunakan gedung permanen. Di mana siswanya sekarang sudah lebih dari 44 ribu,” kata Saifullah.
Ia menambahkan, pemerintah masih melakukan konsolidasi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Namun, proses pembelajaran telah berjalan dengan baik.
Saifullah menyampaikan perkembangan karakter peserta didik. Menurutnya, siswa Sekolah Rakyat mulai lebih percaya diri, memiliki minat dan tekad pada bidang tertentu, serta memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan.
“Siswa mulai lebih percaya diri, dia sudah memiliki minat dan tekad di bidang tertentu dan lebih penting lagi adalah anak-anak sudah memiliki kesadaran memanfaatkan kesempatan yang ada agar mereka benar-benar menjadi siswa yang memiliki ilmu, berkarakter dan pintar,” ujarnya.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menempatkan program ini sebagai investasi sosial jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga nilai sosial yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Sekolah Rakyat bukan profit oriented, tapi investasi sosial, maka yang kita ukur adalah SROI-nya berapa. Sehingga dari situ tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya berapa, tetapi nilai sosial berapa yang bisa kita telurkan dari Sekolah Rakyat itu,” kata Nuh.
Perkembangan peserta didik terlihat saat Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan. Ia melihat perkembangan mental, kedisiplinan, kemampuan bahasa, seni, olahraga hingga aktivitas keagamaan peserta didik.
“Dari yang saya saksikan, perkembangan itu nyata adanya. Anak-anak tampil ceria, yang tadinya tidak bisa berbahasa Inggris, kini dengan percaya diri berbicara dan berdialog dengan bahasa Inggris,” ujar Hidayat.
Perkembangan tersebut menunjukkan pendidikan berasrama dapat memperkuat kemampuan sekaligus membentuk karakter peserta didik. Dengan perluasan akses, Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi kompeten dan berdaya saing.