Pentingnya Mendukung Revisi UU TNI Pastikan Militer Hormati Supremasi Sipil


*) Oleh : Vina G.

Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang baru-baru inidiajukan dan disetujui oleh DPR RI memiliki makna yang sangat penting dalamkonteks pemantapan sistem pemerintahan yang demokratis dan menghormati hakasasi manusia (HAM). Tidak hanya menjadi agenda untuk meningkatkan kualitasprofesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI), namun revisi ini juga berfungsiuntuk memastikan bahwa supremasi sipil tetap terjaga. Dalam kerangka demokrasiyang sehat, pengawasan sipil atas militer menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mendukung kebijakan ini yang dirancang denganmemperhatikan prinsip-prinsip demokrasi dan HAM.

Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pernyataannya menekankan bahwa UU TNI yang baru jelas menempatkan supremasi sipil sebagai prinsip utama dalam sistempemerintahan. Hal ini menjadi landasan utama dalam penyusunan undang-undangtersebut. Puan menyatakan bahwa DPR RI bersama dengan pemerintah telah bekerjakeras untuk memastikan bahwa UU ini disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsipdemokrasi dan hak asasi manusia yang berlaku, baik di Indonesia maupun dalamtataran internasional. Meskipun UU ini penting untuk peningkatan kualitas TNI, supremasi sipil dan hak-hak demokrasi serta HAM tetap dijunjung tinggi, sesuaidengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pentingnya pengaturan yang jelas tentang hubungan antara militer dan sipil menjadititik fokus dalam revisi ini. UU TNI yang baru tidak hanya bertujuan untuk memperkuatstruktur dan kemampuan TNI dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menegaskan posisi TNI dalam sistem pemerintahan yang berlandaskan pada prinsipdemokrasi. Dalam hal ini, militer diatur untuk tetap tidak terlibat dalam politik ataupemerintahan sipil. Hal ini menjadi landasan yang kuat agar TNI bisa tetap fokus pada tugas utama mereka, yakni menjaga keutuhan dan kedaulatan negara tanpamencampuri urusan politik dalam pemerintahan sipil.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, juga menegaskan bahwa tujuan dari revisiini adalah untuk memastikan bahwa TNI tetap berfokus pada tugas utamanya, yaitumenjaga kedaulatan negara. Menurutnya, dengan revisi UU TNI, militer akan tetappada jalur profesionalisme, serta tidak terlibat dalam politik atau pemerintahan sipil. Hal ini penting karena dalam sistem pemerintahan yang demokratis, ruang politikharus dipisahkan dengan tegas antara peran sipil dan militer. Ketegasan ini bertujuanuntuk mencegah potensi penyalahgunaan kekuasaan yang dapat merusak tatanannegara demokrasi.

Revisi UU TNI ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjagakeseimbangan antara peran militer dalam mempertahankan negara dengansupremasi sipil sebagai pengatur utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Kepala Hukum (Kakum) Koharmatau, Letkol Kum Anwar Musyadad, S.H., M.H., mengatakan bahwa UU ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalismeprajurit TNI sekaligus memastikan bahwa supremasi sipil tetap terjaga dalamkehidupan bermasyarakat. Menurutnya, UU TNI yang baru ini tidak hanyamemperhatikan aspek kekuatan militer, tetapi juga sejalan dengan prinsip untukmenjaga keseimbangan antara peran militer dan otoritas sipil.

Penting untuk dicatat bahwa komitmen untuk menjaga supremasi sipil ini sejalandengan arahan Panglima TNI yang selalu mengedepankan supremasi sipil dalamsetiap kebijakan dan langkah militer. Sebagai bagian dari institusi yang berfungsiuntuk mempertahankan negara, TNI diharapkan dapat bekerja sama denganlembaga-lembaga sipil lainnya dalam rangka menjaga stabilitas negara, dan bukansebaliknya, terlibat dalam pengambilan keputusan politik atau pemerintahan yang menjadi domain otoritas sipil.

UU TNI ini sebetulnya merupakan langkah maju dalam memastikan bahwa militerbekerja sesuai dengan garis profesionalisme yang tinggi, serta memastikan adanyakontrol sipil yang tegas. Dengan adanya UU ini, masyarakat akan melihat militer yang lebih fokus pada tugas utamanya sebagai penjaga kedaulatan negara, dan pada saatyang sama, memastikan bahwa hak-hak sipil dan demokrasi tetap terjaga denganbaik.

Penting untuk diingat bahwa pengesahan UU TNI ini bukanlah akhir dari sebuahperjalanan, melainkan bagian dari sebuah proses yang lebih besar. Pada titik ini, masyarakat juga perlu menyadari pentingnya dukungan terhadap kebijakan ini. Sebagai negara demokrasi, masyarakat harus mendukung setiap langkah yang memperkuat supremasi sipil dalam setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Menjaga agar militer tidak terlibat dalam politik adalah salah satu cara untukmemastikan agar negara tetap berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sudah menjadi dasar negara. Oleh karena itu, sudah saatnya bagi masyarakat untukmendukung penuh revisi UU TNI yang menempatkan supremasi sipil sebagai pijakanutama dalam sistem pemerintahan.

Masyarakat juga perlu menyikapi perubahan ini dengan rasional dan objektif. Dalam menghadapi kebijakan baru, termasuk pengesahan UU TNI, sudah seharusnyamemberikan dukungan berdasarkan fakta dan bukti yang ada, bukan berdasarkanketakutan atau prasangka semata. Semua pihak memiliki peran dalam mewujudkanIndonesia yang lebih baik. Dukungan terhadap UU TNI yang telah disahkan adalahsalah satu bentuk kontribusi seluruh elemen masyarakat dalam memajukan negara dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. 

*) Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *