-
Jaga marwah Bendera Merah Putih, Provokasi Bendera One Piece Harus Ditolak
JAKARTA – Fenomena pengibaran bendera bajak laut One Piece menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia menuai perhatian serius dari berbagai kalangan. Meski dianggap sebagai ekspresi budaya populer, pengibaran bendera non-negara dalam momen kenegaraan dinilai dapat mengganggu makna dan kesakralan simbol nasional. Ketua Badan Siber Ansor NU, Ahmad Luthfi, mengingatkan bahwa pengibaran bendera selain…
-
Jangan Terprovokasi! Masyarakat Bisa Kena Pidana Pengibaran Bendera One Piece, Ini Kata Pengamat
Jakarta – Pengamat kebijakan Publik Riko Noviantoro mengingatkan bahwa pengibaran bendera One Piece tak bisa dipandang sebatas ekspresi budaya pop. Bila tidak memahami aturan hukum yang berlaku, pengibaran bendera fiksi tersebut justru bisa berujung pidana. Dalam konteks kenegaraan, simbol-simbol nasional seperti bendera Merah Putih memiliki kedudukan yang tak bisa disamakan dengan simbol fiksi atau budaya…
-
Hormati Merah Putih, Tolak Provokasi Bendera Bajak Laut
Jakarta — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, polemik pengibaran bendera bajak laut bertema One Piece mengusik kesakralan simbol negara. Sejumlah tokoh nasional angkat bicara, menyerukan penolakan terhadap tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap Merah Putih dan nilai-nilai kebangsaan. Tokoh hukum dan aktivis antikorupsi, Mohammad Trijanto, menyebut pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk…
-
Maraknya Bendera One Piece, Siber Ansor NU Tegaskan Jaga Martabat Bendera Merah Putih!
Jakarta – Kemerdekaan Indonesia didapatkan dari hasil perjuangan panjang para Pahlawan dan persatuan seluruh rakyat Indonesia saat itu, bukan oleh karakter fiksi bajak laut. Pengibaran bendera karakter anime atau budaya asing, dinilai kurang tepat dalam konteks perayaan kemerdekaan nasional. Badan Siber Ansor, Divisi Digital Nahdlatul Ulama (NU), mengingatkan agar menjelang HUT ke-80 RI, urgensi menjaga…
-
Kibarkan Bendera One Piece di Momen Sakral, Menko Polkam: Pemerintah Akan Ambil Langkah Tegas
JAKARTA, Belakangan ini viral di media sosial fenomena pengibaran bendera bajak laut (One Piece) jelang momen sakral peringatan hari kemerdekaan RI ke-80. Video dan foto pengibaran bendera tersebut di berbagai tempat beredar di media sosial. Sejumlah pihak menilai bahwa fenomena ini menyimpan potensi bahaya laten terhadap semangat nasionalisme. Namun ada juga yang menilai hanya sebatas…
-
Langkah Nyata MBG, Pondasi Generasi Emas 2045 Mulai Terbentuk
Oleh: Angkasa Dwi Saputra (* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan. Pemerintah berhasil membentuk ratusan Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) yang kini menjadi garda terdepan dalam memastikan implementasi MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Keberadaan SPPG tidak hanya memperkuat distribusi makanan bergizi, tetapi juga…
-
Pemerintah Fasilitasi UMKM Masuk Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis
JAKARTA – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengusaha mikro naik kelas melalui program strategis nasional. Terbaru, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Deputi Bidang Usaha Mikro memfasilitasi 18 pengusaha mikro terkurasi untuk masuk ke dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dikemas dalam forum “Temu Mitra: Perluasan Keterlibatan UMKM…
-
Mengapresiasi Pemerintah Luncurkan Rumah Subsidi untuk Da’i dan Guru Ngaji
Oleh: Muammar Ridho Darmawan Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi meluncurkan program rumahsubsidi khusus yang diperuntukkan bagi da’i, guru ngaji. Program ini merupakanwujud apresiasi pemerintah terhadap kontribusi besar yang selama ini telahdiberikan oleh para tokoh agama tersebut dalam membina umat dan menjaga moral bangsa. Dengan adanya program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkankesejahteraan sosial sekaligus memberikan kemudahan akses perumahan yang layak bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki peran strategis namunkurang mendapatkan perhatian khusus terkait kebutuhan hunian. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam acara Tasyakur Milad ke-50 MUI, mengatakan bahwa saat ini sudah waktunya para guru ngaji dan da’i memiliki rumah subsidi yang diberikan langsung oleh pemerintah. Menurut Maruarar, kolaborasi antara pemerintah dan MUI sangat penting untukmewujudkan penyediaan rumah layak huni yang terjangkau bagi mereka. Hal initidak hanya menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum, tetapi juga sebagai penghormatan atas jasa para tokoh agama yang telahmemberikan banyak sumbangsih dalam membimbing masyarakat menuju kehidupanyang lebih baik dan bermoral. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal MUI, Buya KH AmirsyahTambunan, menyampaikan bahwa program rumah subsidi ini merupakan bentuknyata kepedulian MUI terhadap para guru ngaji yang selama ini belum mampumemiliki rumah sendiri. Buya Amirsyah mengungkapkan bahwa pada tahap awalprogram ini akan diberikan secara simbolis kepada 50 orang guru ngaji. Penyerahansecara simbolis ini diadakan di Asrama Haji Pondok Gede, yang sekaligus menjadimomentum penting dalam memperkuat komitmen bersama antara MUI danpemerintah. Selain itu, Buya Amirsyah mengapresiasi bantuan pribadi dari MenteriPKP yang memberikan dana uang muka untuk 50 unit rumah pertama. Hal inimenunjukkan betapa besar perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para guru ngaji. Dukungan terhadap program ini juga datang dari dunia perbankan, khususnya Bank Tabungan Negara (BTN). Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakankesiapan pihaknya untuk mendukung program rumah subsidi bagi para da’i dan guru ngaji melalui skema pembiayaan syariah. Dalam acara peluncuran program yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Nixon menjelaskan bahwa BTN bekerjasama erat dengan Kementerian PKP dan MUI untuk menyediakan aksespembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan prinsip syariah. Dukunganini diharapkan dapat membantu mempercepat terwujudnya impian para da’i danguru ngaji untuk memiliki rumah yang layak huni tanpa harus terbebani oleh proses pembiayaan yang rumit. Peluncuran program rumah subsidi bagi para da’i dan guru ngaji ini menjadi langkahpositif dan strategis dari pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraansosial sekaligus memberikan akses perumahan yang layak bagi kelompokmasyarakat yang memiliki peran sangat besar dalam membina umat dan menjagamoral bangsa. Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah, MUI, dan BTN, program ini dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaatmaksimal bagi para penerima. Program ini tidak hanya menyediakan rumah sebagaitempat tinggal, tetapi juga merupakan bentuk dukungan moral dan materi agar para tokoh agama dapat menjalankan tugas mulia mereka dengan lebih optimal. Program rumah subsidi ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalammewujudkan Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden PrabowoSubianto sebagai bagian dari agenda prioritas nasional. Pemerintah berupaya kerasagar setiap warga negara, terutama yang memiliki peran strategis di masyarakatseperti da’i dan guru ngaji, memiliki akses terhadap hunian yang layak danterjangkau. Dengan memiliki rumah yang memadai, diharapkan kualitas hidupmereka dapat meningkat sehingga mampu lebih fokus dalam menjalankan tugaskeagamaan dan sosial yang sangat penting bagi bangsa dan negara. Selain manfaat langsung berupa hunian yang layak, program ini juga dapat menjadicontoh sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan lembaga keuangandalam memberikan solusi terhadap masalah perumahan. Kolaborasi ini diharapkanmampu menciptakan model yang efektif dan efisien dalam menyediakan aksesperumahan bagi berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, bukan hanya guru ngaji dan da’i yang terbantu, tetapi juga kelompok masyarakat lain yang selama inisulit mendapatkan rumah yang layak sesuai kemampuan finansial mereka. Program rumah subsidi bagi da’i, guru ngaji merupakan langkah nyata pemerintahdalam meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat fondasi moral bangsa. Denganpelaksanaan yang transparan dan mekanisme yang tepat, program ini menjadibentuk apresiasi atas peran penting para tokoh agama dalam membina umat. Inisiatif ini menunjukkan kehadiran negara bagi mereka yang selama ini berjasadalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Upaya ini patut diapresiasi karenamencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kelompok yang berperan besar bagibangsa. )* Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik
-
MBG Papua Dipercepat, Pemerintah Fokus Perbaiki Gizi Anak Sekolah
Sorong – Pemerintah terus memperkuat komitmen terhadap peningkatan gizi anak-anak di wilayah Papua melalui percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Papua Barat Daya, langkah konkret ditunjukkan dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG yang diketuai Wakil Gubernur. Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Papua Barat Daya, Otto Ihalauw, menyebut pembentukan…
-
Satgas MBG Papua Barat Daya, Fondasi Kuat Menuju Generasi Sehat dan Mandiri
Oleh : Martha Wamber )* Langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Barat Daya menandai fase baru pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Tanah Papua. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan MBG yang dipimpin langsung oleh pejabat tinggi daerah menjadi indikasi bahwa program ini bukan sekadar janji, melainkan bagian integral dari strategi…
