-
Program MBG Perkuat SDM dan Ketahanan Bangsa di Tengah Ketidakpastian Global
Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari strategi memperkuat SDM dan pertahanan bangsa di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Lingkar Nusantara (Lisan) Hendarsam Marantoko menyoroti eskalasi konflik dunia dan rapuhnya rantai pasok pangan internasional. “Di tengah perang Ukraina, konflik Timur Tengah, hingga gangguan logistik global, ancaman terhadap Indonesia tidak…
-
MBG Perkuat Gizi dan Daya Tahan Nasional
Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas gizi anak sekaligus menopang daya tahan nasional. Program ini tidak hanya menjawab persoalan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi ketahanan sumber daya manusia Indonesia. Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi Kamar Dagang dan Industri…
-
MBG dan Strategi Membangun Sumber Daya Manusia Tangguh
Oleh: Yasir Gema Wirawan)* Dalam lanskap geopolitik global yang kian tidak menentu, ancaman terhadap kedaulatan bangsa tidak lagi selalu hadir dalam bentuk konfrontasi militer konvensional. Perang dagang, krisis pangan, dan gangguan rantai pasok global telah membuktikan bahwa ketahanan sebuah negara dibangun dari fondasi yang lebih mendasar: kualitas sumber daya manusianya. Di tengah konteks inilah Program Makan Bergizi…
-
MBG Wujudkan SDM Unggul dan Ketahanan Nasional di Era Krisis Global
Oleh : Ricky Rinaldi )* Pemerintah menempatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu pilar strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika krisis global. Di tengah tekanan geopolitik, fluktuasi harga pangan dunia, serta ketidakpastian ekonomi internasional, negara memandang pemenuhan gizi masyarakat sebagai fondasi utama untuk menjaga stabilitas sosial dan…
-
Presiden Prabowo Prioritaskan Revitalisasi Sekolah, Fokus 3T dan Sarpras Kritis
Jakarta – Program revitalisasi sekolah kini menjadi salah satu prioritas nasional pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Fokus utama diarahkan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta sekolah-sekolah dengan kondisi sarana dan prasarana yang dinilai kritis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membuat gebrakan di bidang pendidikan dengan menambah jumlah sekolah…
-
Arahan Presiden Prabowo, Program Revitalisasi Sekolah 2026 Diperluas
Jakarta – Pemerintah memperluas Program Revitalisasi Sekolah pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia. Program ini dijalankan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan transformasi ekonomi nasional. Perluasan program revitalisasi sekolah pada…
-
Revitalisasi Sekolah Pertegas Komitmen Negara Cerdaskan Bangsa
Oleh: Juana Syahril)* Upaya membangun kualitas pendidikan nasional tidak dapat dilepaskan dari kondisi dasar satuan pendidikan yang menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Pemerintah menyadari bahwa sekolah bukan hanya ruang fisik, tetapi juga fondasi pembentukan karakter, kompetensi, dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, program revitalisasi sekolah menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat sistem pendidikan…
-
Apresiasi Program Revitalisasi Sekolah sebagai Fondasi Reformasi Pendidikan
Oleh: Salahudin Duta Wiryawan )* Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah patut diapresiasi sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi reformasi pendidikan nasional. Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan sekolah, tetapi juga menyentuh aspek mendasar dalam peningkatan mutu layanan pendidikan yang berkeadilan. Dampak nyata revitalisasi telah dirasakan oleh…
-
Pemulihan Pasca Bencana Aceh Terus Optimal, Tokoh Publik Wajib Jaga Persatuan Nasional
Oleh: Indah Prameswari)* Pemulihan pascabencana di Aceh terus menunjukkan progres positif melalui kerjaterpadu pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Berbagai langkah rehabilitasidan rekonstruksi berjalan optimal sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengahrakyat. Pendiri 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti mengungkapkan, pemerintahanPresiden Prabowo Subianto telah optimal menangani bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Ia mendukung pemerintah mampu menyampaikaninformasi ke publik terkait Upaya yang telah dilakukan dalam penanganan bencanasejauh ini. Penyampaian informasi yang akurat terkait penanganan bencana di Sumatra dinilaipenting di tengah berkembangnya beragam disinformasi. Haris yakin pemerintahsudah mengerahkan sumber daya maksimal dalam penanganan bencana. Ia menambahkan, berbagai stakeholder seperti BNPB, TNI-Polri, Pemda, dan Kementerian/Lembaga lainnya, serta relawan dari berbagai komunitas sosial sudahbekerja sungguh-sungguh di lapangan dan tidak menjadikan bencana sebagai objeknarasi provokatif di media sosial. Haris mengapresiasi pemerintahan Prabowo melalui sejumlah jajaranpemerintahannya mampu menjawab disinformasi dan misinformasi yang menyudutkan dengan mengalihkannya pada sumber daya secara maksimal gunamendukung tahap rehabilitasi hingga rekonstruksi di lapangan. Di tengah proses pemulihan tersebut, persatuan nasional menjadi fondasi pentingyang harus terus dijaga bersama. Berbagai latar belakang tokoh publik mendorongseluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkannarasi sejuk, memperkuat kebhinekaan, dan mencegah munculnya kembali benihperpecahan. Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni menegaskan, pemerintahbersama seluruh elemen bangsa telah bekerja maksimal dan bergotong-royong dalam menangani pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra. Dalam situasikemanusiaan seperti ini, fokus utama semua pihak seharusnya memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, tanpa terganggu oleh berbagai narasi di ruangpublik yang berpotensi memecah belah dan mengaburkan kerja nyata di lapangan. Sahroni menilai, kondisi di lapangan sangat menantang dan tidak mudah untukdiatasi. Kondisi geografis mempersulit sejumlah wilayah untuk dijangkau sehinggamembutuhkan proses waktu penanganan lebih lama. Dalam konteks tersebut, Sahroni berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga persatuandalam upaya pemulihan pascabencana secara optimal. Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Presidium Forum SilaturahmiPemuda Islam (FSPI), Zuhelmi Tanjung, yang menyerukan pentingnya empati dan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi terkait penanganan bencana di Sumatera. Zuhelmi menyatakan bahwa momentum bencana seharusnyadimanfaatkan untuk memperkuat persatuan dan kerja sama semua pihak dalamupaya pemulihan. Saat seluruh elemen bangsa bergotong royong menangani bencana, Iamengingatkan perlunya menjaga komunikasi yang membangun, mendorongsolidaritas, dan menghindari narasi yang dapat menimbulkan keresahan lebih buruk. Ia menekankan bahwa pemerintah bersama TNI-Polri, relawan, tenaga medis, dan berbagai elemen masyarakat telah bekerja sejak dini untuk melakukan evakuasi, mendirikan posko, dan menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatandengan tepat sasaran. Zuhelmi mengingatkan kembali bahwa penyebaran informasi, khususnya mengenaiisu-isu sensitif, harus dilakukan dengan tanggung jawab penuh, memerhatikanakurasi, dan dampaknya terhadap psikologis korban serta masyarakat. Seruan dari berbagai tokoh publik tersebut menguatkan bahwa pemulihan bencanaakan berlangsung lebih cepat apabila seluruh elemen bangsa menjaga persatuandan soliditas, saling menguatkan sebagai satu bangsa, serta berdiri bersatubersama, sehingga apabila soliditas dan persatuan mampu dijaga, maka ia yakinSumatra akan pulih lebih cepat. Dengan demikian, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun kembaliinfrastruktur yang rusak, tetapi juga memulihkan harapan, rasa aman, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Ketika pemerintah hadir secarakonsisten di tengah kesulitan rakyat, maka stabilitas sosial dan keutuhan bangsaakan tumbuh seiring dengan bangkitnya wilayah terdampak. Dalam situasi kemanusiaan, ruang publik seharusnya menjadi wadah solidaritas, bukan arena adu narasi yang memperkeruh keadaan. Oleh karena itu, seluruhelemen masyarakat, khususnya tokoh publik, dituntut untuk mengedepankankepentingan nasional, menjaga etika komunikasi, serta mendukung kerja nyatapemerintah yang sedang berlangsung di lapangan. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat menjadikekuatan utama dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksipascabencana. Ketika kebersamaan dijaga dan kepercayaan diperkuat, maka setiaptantangan geografis maupun teknis dapat dihadapi secara kolektif demi pemulihanyang menyeluruh dan berkelanjutan. Momentum pemulihan Aceh dan wilayah Sumatra lainnyaharus dijadikan pijakan untuk memperkokoh persatuannasional di tengah keberagaman. Dengan semangat gotong…
-
Tokoh Masyarakat Wajib Jaga Persatuan Wujudkan Percepatan Pemulihan Aceh
Oleh : Safira Sofya)* Pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera terus berjalan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Banjir dan longsor yang melanda berbagai kabupaten tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menguji ketahanan sosial masyarakat. Dalam situasi tersebut, peran tokoh masyarakat dinilai sangat krusial untuk terus mengimbau pentingnya menjaga persatuan, memperkuat kepedulian…
