-
Bersama Dukung Asta Cita, Ciptakan Masyarakat Rukun dan Damai
JAKARTA — Pemerintah mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung penuh implementasi Asta Cita yang menjadi delapan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu misi utama program tersebut adalah menciptakan masyarakat yang rukun, damai, dan sejahtera melalui penguatan ideologi Pancasila, toleransi antarumat beragama, serta penghargaan terhadap keberagaman. Menteri Agama Nasarudin Umar menegaskan…
-
Pengembangan EBT Wujudkan Peluang Investasi dan Lapangan Kerja
Oleh : Tommy Zulfikar )* Indonesia tengah memasuki babak baru dalam upaya mewujudkan kemandirian energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Momentum ini ditandai dengan peresmian proyek pembangunan 55 pembangkit EBT di 15 provinsi oleh Presiden Prabowo Subianto. Peresmian ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan langkah konkret yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada…
-
Pemerintah Dorong Hilirisasi Energi Hijau Capai Swasembada Energi dan Perluas Lapangan Kerja
Oleh : Aksara Dwi Wijayanto*) Dalam upaya memperkuat ketahanan energi dan mewujudkan target swasembada energi, pemerintah telah mempertegas komitmennya melalui percepatan hilirisasi energi hijau yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Kebijakan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Melalui sejumlah inisiatif strategis dan kerja sama…
-
Energi Baru Terbarukan Dorong Swasembada Energi dan Perluasan Lapangan Kerja
Jakarta – Upaya Indonesia menuju swasembada energi semakin menegaskan pentingnya peran energi baru terbarukan (EBT) sebagai penopang utama ketahanan energi nasional. Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan menekankan bahwa transisi energi bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan masa depan. Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menegaskan bahwa…
-
Pemerintah Pacu Swasembada Energi Demi Peluasan Lapangan Kerja
Jakarta – Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Luky Yusgiantoro mengatakan, harga minyak dunia hampir mencapai 100 dolar AS per barel di tengah negosiasi tarif resiprokal yang dicanangkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kondisi tersebut menegaskan betapa pasar migas Indonesia sangat dipengaruhi dinamika global. “Untungnya, saat…
-
Pemerintah Hingga Swasta Perkuat Perang Melawan Judi Daring
Oleh: Bara W*) Fenomena judi daring di Indonesia semakin meresahkan karena dampak sosial, ekonomi, hingga psikologis yang ditimbulkannya. Praktik ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak tatanan kehidupan keluarga dan mengancam masa depan generasi muda. Pemerintah bersama berbagai elemen swasta kini bergerak serentak menutup celah ruang digital yang masih dimanfaatkan pelaku judi daring. Kolaborasi…
-
Kampanye Perangi Judi Daring Terus Berlanjut, Masyarakat Diajak Lebih Cerdas Bertransaksi
Sulawesi Selatan – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Dian Anggraeni, menegaskan pentingnya literasi keuangan digital sebagai benteng masyarakat menghadapi tantangan ekonomi sekaligus ancaman judi daring. Dian menjelaskan, pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mampu mendorong efisiensi, keamanan, sekaligus inklusi keuangan hingga ke tingkat desa. “QRIS hadir agar transaksi lebih cepat, praktis, dan aman.…
-
Tokoh Papua Ingatkan Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi, Fokus Dukung Program Pemerintahan Prabowo-Gibran
Puncak Jaya — Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Lemas Telenggen, menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung program pembangunan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Lemas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu eksternal yang berpotensi…
-
Tokoh Papua Teguhkan Dukungan bagi Program Pemerintah
Oleh : Yohanes Wandikbo Dukungan dari berbagai tokoh Papua terhadap program pemerintah kembali menguat, terutama dalam implementasi kebijakan pembangunan yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait di Papua Pegunungan menjadi simbol penting bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap daerah tersebut sangat besar. Langkah nyata melalui pembangunan 2.200 unit rumah di…
-
Swasembada Pangan Didorong Lewat Infrastruktur Irigasi Modern
Oleh : Dina Maharani )* Indonesia sebagai negara agraris memiliki cita-cita besar untuk mewujudkanswasembada pangan yang kokoh demi kemandirian bangsa. Pangan tidak hanyadipandang sebagai kebutuhan dasar manusia, tetapi juga sebagai fondasi kedaulatannegara. Dalam konteks ini, pembangunan infrastruktur irigasi modern menjadi salah satu strategi penting yang tengah digalakkan pemerintah. Irigasi yang handal diyakinimampu menjamin ketersediaan air secara merata bagi lahan pertanian, sehinggaproduktivitas pangan bisa meningkat secara signifikan. Tanpa dukungan sistem irigasiyang baik, program swasembada pangan akan sulit dicapai, terlebih di tengahtantangan perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Pemerintah telah menempatkan modernisasi irigasi sebagai prioritas dalampembangunan nasional, seiring dengan kebutuhan untuk meningkatkan ketahananpangan. Irigasi bukan hanya sekadar saluran air, tetapi juga mencerminkan sebuahsistem yang kompleks untuk mengatur distribusi air sesuai kebutuhan petani di berbagai daerah. Melalui teknologi modern seperti sensor kelembaban tanah, pintu air otomatis, hingga pemantauan berbasis satelit, petani dapat mengoptimalkanpenggunaan air tanpa pemborosan. Teknologi ini membantu memastikan bahwasetiap tetes air yang dialirkan benar-benar digunakan untuk mendukung pertumbuhantanaman pangan secara maksimal. Direktur Utama PT Bukit Asam (PTBA), Arsal Ismail mengatakan guna mewujudkanswasembada pangan, perlu upaya serius yang harus dilakukan bersama. Mulai pembenahan tanah dan pupuk hayati, serta modernisasi irigasi. Pihaknyamenekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat luas. Menurutnya, sinergi antara kebijakan, teknologi, dan komitmen bersama akan menjadikunci bagi Indonesia mencapai kemandirian pangan. Swasembada pangan didoronglewat infrastruktur irigasi modern karena sistem pengairan yang baik mampumenjamin ketersediaan air sepanjang tahun. Dengan begitu, produktivitas pertanianbisa meningkat dan Indonesia semakin dekat menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. Upaya modernisasi irigasi tidak terlepas dari kebutuhan untuk menghadapi tantangancuaca ekstrem. Indonesia sering menghadapi siklus kemarau panjang yang membuatlahan pertanian rawan kekeringan. Dengan adanya infrastruktur irigasi modern, petanitidak lagi terlalu bergantung pada curah hujan semata. Air dari bendungan, waduk, dan embung yang tersambung ke jaringan irigasi dapat disalurkan secara tepat waktudan tepat sasaran. Kondisi ini tidak hanya membantu menjaga keberlangsungantanam, tetapi juga memberi kepastian bagi petani untuk dapat menanam lebih darisekali dalam setahun, sehingga produksi pangan meningkat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono mengatakan KutaiKartanegara telah sukses melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Hal tersebut tidak luput dari upaya pemerintah dalam normalisasi irigasi dan pemenuhansarana produksi (saprodi) pertanian. Di beberapa lokasi yang telah dibenahiinfrastrukturnya, produktivitas petani meningkat tajam. Selain itu, modernisasi irigasi juga memberi dampak langsung pada efisiensi biayaproduksi. Petani yang selama ini kesulitan mengakses air secara merata seringkalimengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pompa atau membuat sumur. Denganirigasi modern yang dikelola secara kolektif, biaya tersebut dapat ditekan sehinggapetani bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas produksi. Efisiensi ini akanberdampak pada harga pangan yang lebih stabil di pasaran. Ketika biaya produksidapat ditekan, hasil panen yang melimpah bisa dipasarkan dengan harga terjangkautanpa merugikan petani. Manfaat lain dari pembangunan irigasi modern adalah terciptanya pemerataanpembangunan di wilayah pedesaan. Banyak desa yang selama ini memiliki potensipertanian besar, namun kurang berkembang akibat keterbatasan akses air. Denganhadirnya sistem irigasi modern, desa-desa tersebut bisa mengoptimalkan lahan yang ada sehingga produktivitasnya meningkat. Hal ini akan memacu pertumbuhanekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan mengurangi ketimpangan antaradesa dan kota. Infrastruktur irigasi pada akhirnya menjadi motor penggerakpembangunan berkelanjutan di sektor pertanian. Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara, Siti Maryam Harahap mengatakan penting juga dipahami bahwa pembangunan irigasi modern tidak hanya soal membangun fisik saluran, tetapi juga tentang tata kelola. Keterlibatanpetani dalam kelompok tani, pengairan, dan pengelolaan bersama sangat pentingagar sistem irigasi benar-benar berfungsi optimal. Perlu adanya pelatihan dan pendampingan bagi petani agar mereka mampu mengelola sistem irigasi modern dengan baik. Dengan tata kelola yang partisipatif, rasa memiliki terhadap infrastrukturyang dibangun akan lebih kuat, sehingga keberlanjutan penggunaannya dapatterjaga. Swasembada pangan melalui infrastruktur irigasi modern juga sejalan dengan agenda besar Indonesia Emas 2045. Kemandirian pangan tidak hanya menyangkutkemampuan memberi makan rakyat, tetapi juga menjadi strategi dalam menghadapidinamika global yang penuh ketidakpastian. Krisis pangan dunia akibat konflikinternasional atau perubahan iklim global bisa memberi dampak besar jika Indonesia tidak menyiapkan diri sejak dini. Dengan infrastruktur irigasi yang kokoh, Indonesia dapat memastikan suplai pangan tetap aman, bahkan bisa menjadi pengeksporkomoditas tertentu untuk memperkuat posisi di pasar internasional. Pada akhirnya, pembangunan irigasi modern merupakan investasi jangka panjangyang manfaatnya akan dirasakan lintas generasi. Petani bisa berproduksi lebih baik, masyarakat mendapatkan harga pangan yang lebih terjangkau, dan negara memperoleh ketahanan pangan yang kokoh. Swasembada pangan bukan sekadarslogan, melainkan cita-cita besar yang dapat diwujudkan melalui kerja keras, kolaborasi, dan inovasi. Infrastruktur irigasi modern adalah kunci untuk membukajalan menuju kemandirian pangan, menjadikan Indonesia bangsa yang benar-benarberdikari dalam memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri. )* Pengamat Ekonomi Pembangunan
