-
TNI-Polri Solid Redam Aksi Anarkis Demi Stabilitas Nasional
Oleh: Dewi Handayani* Gelombang aksi unjuk rasa yang dalam beberapa hari terakhir menjalar di sejumlahdaerah telah menimbulkan keprihatinan mendalam. Aksi yang sejatinya merupakanwujud penyampaian aspirasi secara demokratis, berubah menjadi gelombangkerusuhan dengan pembakaran, perusakan fasilitas publik, hingga penyeranganterhadap markas aparat. Situasi ini jelas tidak lagi bisa dikategorikan sebagaidemonstrasi, melainkan telah menjelma menjadi tindak pidana berat yang mengancam stabilitas nasional. Dalam konteks inilah, kehadiran negara melalui TNI dan Polri menjadi sangat krusial. Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak cepat, terukur, dan tanpakompromi menjadi sinyal tegas bahwa negara tidak boleh kalah oleh tindakananarkis. Presiden menegaskan, aspirasi masyarakat tetap dihormati, tetapikebebasan berpendapat tidak boleh mengorbankan rasa aman rakyat dan ketertibanumum. Negara wajib melindungi warganya dari kekacauan yang diciptakan olehsegelintir pihak yang mencoba menunggangi situasi. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan dengan gamblang bahwaarahan Presiden adalah mutlak. Aparat diminta menjalankan langkah penegakanhukum secara profesional, proporsional, dan berkeadilan. Namun demikian, tidakada ruang toleransi bagi siapa pun yang merusak stabilitas negara. Penegasan inipenting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mulai resah dan takutakibat merebaknya kerusuhan. Aparat keamanan harus hadir untuk menenangkanwarga sekaligus memulihkan stabilitas. Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam provokasi. Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang sengajamengarahkan massa pada tindakan anarkis demi menciptakan kekacauan. PesanPanglima ini perlu diresapi bersama, sebab kerusuhan tidak pernah memberimanfaat, melainkan hanya meninggalkan luka sosial dan kerugian ekonomi. Jalanmusyawarah dan hukum adalah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah, bukandengan kekerasan. Soliditas TNI-Polri dalam meredam aksi anarkis menunjukkan bahwa aparatkeamanan berdiri tegak menjaga kedaulatan bangsa dan keselamatan rakyat. Sinergikedua institusi ini tidak hanya memastikan keamanan jangka pendek, tetapi jugamemperkuat fondasi ketertiban nasional dalam jangka panjang. Negara harus tetapberdiri kokoh, karena kerusuhan yang berlarut-larut hanya akan membuka ruangbagi disintegrasi bangsa. Sikap Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kepemimpinan tidak boleh ragudalam menghadapi ancaman serius. Negara hadir bukan hanya dengan kekuatanhukum, tetapi juga dengan merangkul seluruh elemen bangsa. Pertemuan Presidendengan ormas Islam, pimpinan lembaga negara, dan partai politik di Hambalangmerupakan bukti nyata keterbukaan pemerintah. Aspirasi masyarakat tetapdiposisikan sebagai masukan berharga, namun dalam koridor damai dan beradab. Tokoh politik juga memberi dukungan atas langkah Presiden. Ketua Umum PartaiGolkar, Bahlil Lahadalia, menilai sikap tegas Presiden adalah jalan yang benar. Menurutnya, keberanian Presiden menunjukkan keberpihakan pada kebenaran dankomitmen menjaga Indonesia sebagai rumah besar bagi semua. Pernyataan iniditegaskan kembali oleh Idrus Marham, yang menilai langkah Presiden tidak hanyategas tetapi juga adil, karena menempatkan rakyat dan hukum sebagai pijakanutama. Bahkan, instruksi Presiden agar aparat yang bersalah turut diproses menjadibukti bahwa tidak ada yang kebal hukum, baik rakyat maupun aparat. Dukungan juga datang dari tokoh ormas Islam. Ketua Umum PBNU Yahya CholilStaquf melihat keterbukaan pemerintah sebagai wujud komunikasi sehat antaranegara dan masyarakat. Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah HaedarNashir menegaskan bahwa dialog adalah kunci stabilitas nasional. Kedua pandangantokoh ini memperkuat keyakinan bahwa negara tidak hanya hadir denganpendekatan kekuasaan, melainkan juga dengan ruang musyawarah yang inklusif. Langkah cepat pemerintah melalui TNI-Polri sejatinya bukan semata tindakan reaktif, melainkan strategi preventif demi mencegah meluasnya konflik. Jika dibiarkan, kerusuhan bisa menjalar menjadi krisis sosial yang sulit dikendalikan. Sejarah telahmenunjukkan, di mana ada kekosongan kendali negara, di situ pula muncul peluangbagi pihak-pihak yang ingin mengguncang bangsa. Oleh karena itu, tindakan tegasyang dilakukan sekarang adalah investasi bagi keamanan dan persatuan nasional di masa depan. Masyarakat tentu berharap agar situasi segera pulih dan aktivitas dapat berjalannormal. Stabilitas keamanan bukan hanya soal ketenangan politik, tetapi juga syaratutama bagi berjalannya roda ekonomi, pendidikan, dan pembangunan. Tanpastabilitas, semua sektor kehidupan masyarakat akan terganggu. Karena itu, langkahpemerintah patut diapresiasi sebagai wujud nyata komitmen menjaga kepentinganrakyat di atas segalanya. Pada akhirnya, opini publik perlu diarahkan bahwa demokrasi tidak identik dengananarkisme. Penyampaian aspirasi tetap dijamin, tetapi harus ditempatkan dalambingkai konstitusi. Aparat keamanan pun tidak boleh dipandang sebagai musuhrakyat, melainkan pelindung yang bertugas menjaga ketertiban. TNI dan Polri adalahgarda terdepan negara dalam memastikan Indonesia tetap berdiri kokoh, tidakterpecah, dan tetap menjunjung tinggi nilai persatuan. Instruksi Presiden Prabowo menjadi momentum untuk mempertegas bahwa negarakuat hanya bisa berdiri di atas fondasi ketertiban. Ketegasan yang ditunjukkanpemerintah, didukung soliditas TNI-Polri, serta diperkuat oleh partisipasi masyarakatdalam menjaga kedamaian, adalah jalan terbaik untuk memastikan Indonesia tetapaman, tenteram, dan berdaulat. Aksi anarkis tidak boleh dibiarkan merampas masa depan bangsa. Keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama, dan saat ininegara telah menunjukkan komitmennya: tidak ada kompromi bagi perusuh, demi Indonesia yang damai dan stabil. *Penulis Merupakan Pengamat Sosial
-
Tokoh Lintas Agama Imbau Warga Waspada Hoaks dan Provokasi Pasca Demo
Jakarta – Berbagai elemen masyarakat, khususnya tokoh agama, serentak menyerukan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh provokasi dan isu-isu yang berkembang. Seruan tersebut merupakan upaya untuk meredam situasi pascademonstrasi yang terjadi belakangan ini. Pernyataan sikap dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsudi Syuhud dan diikuti oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)…
-
Akademisi Ajak Publik Jangan Terprovokasi Isu Hoaks Pasca Unjuk Rasa
Oleh : Rivka Mayangsari*) Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di sejumlah daerah belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Aspirasi yang disampaikan masyarakat, mahasiswa, maupun pelajar memang merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin konstitusi. Namun, dinamika di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua aksi berjalan damai. Sebagian bahkan diwarnai dengan tindakan anarkis, perusakan fasilitas umum, dan penyebaran…
-
Jaga Persatuan, Aparat Keamanan Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Hoaks dan Ajakan Anarkis
Jakarta – Pasca kericuhan dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, situasi di Jakarta kini berangsur kondusif. Meski demikian, beredar isu melalui media sosial bahwa ribuan massa dari berbagai daerah akan masuk ke ibu kota untuk memicu aksi lanjutan. Aparat pun mengingatkan publik agar tidak mudah terhasut informasi menyesatkan tersebut. Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol…
-
Ulama Serukan Kewaspadaan Terhadap Hoaks yang Picu Aksi Anarkis
Oleh: Nurul Fikri Hasbullah *) Gelombang demonstrasi yang sempat diwarnai kericuhan di berbagai daerahmenjadi perhatian serius pemerintah. Presiden Prabowo Subianto langsungmerespons dengan mengajak para pemuka agama ke Istana Negara untuk berdialogdan mencari solusi bersama. Dari forum itu, suara ulama mengemuka sebagaipengingat bahwa menjaga ketenangan, persatuan, dan kewaspadaan terhadaphoaks merupakan kunci agar bangsa tidak terjerumus pada aksi anarkis yang merugikan semua pihak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa ulama siap mendampingi pemerintah dalam membina umat. Iamenyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu resah berlebihan karena aspirasi yang disuarakan lewat demonstrasi telah didengar dan bahkan ditindaklanjuti. Salah satucontohnya adalah pembatalan tunjangan rumah anggota DPR RI. Menurutnya, langkah ini membuktikan bahwa pemerintah bersungguh-sungguh merespons suararakyat. Dengan demikian, tidak ada alasan untuk melanjutkan aksi anarkis yang hanya akan menimbulkan kerugian. Gus Yahya juga mengingatkan pentingnya peranulama dalam mengarahkan umat agar tetap tenang, semakin mendekat kepadaTuhan, dan tidak larut dalam provokasi. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menambahkan bahwa perbedaan pendapatadalah hal wajar dalam kehidupan demokratis, namun penyampaiannya harusditempuh dengan cara damai dan bermartabat. Ia menegaskan, warga NU di semuatingkatan sebaiknya menjadi peneduh di tengah masyarakat. Seruan ini menegaskankembali identitas NU sebagai pengayom yang memelihara persaudaraan, keamanan, dan ketertiban sosial. Bagi Miftachul Akhyar, demonstrasi yang berujung anarkisjustru menodai cita-cita memperjuangkan aspirasi, karena korban yang lahir darikerusuhan tidak pernah membawa kebaikan bagi bangsa. Sikap serupa datang dari Muhammadiyah. Ketua Umum Pimpinan PusatMuhammadiyah, Haedar Nashir, menyerukan agar seluruh elemen bangsa menahandiri. Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam provokasi yang kerap bersumberdari isu-isu destruktif di media sosial. Haedar menekankan bahwa kepentinganbangsa harus didahulukan di atas kepentingan kelompok. Dengan bijak memilahinformasi, masyarakat bisa menghindarkan diri dari jebakan hoaks yang berpotensimenyalakan api konflik. Ia juga menekankan pentingnya dialog dan musyawarahsebagai jalan utama menyelesaikan masalah bangsa, bukan tindakan kekerasanyang memecah belah persatuan. Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus GubernurJawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat menjadikanperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum meneguhkansemangat persaudaraan. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad berhasilmenyatukan masyarakat Arab yang terpecah akibat konflik kesukuan. Nilai inimenurutnya patut diteladani di Indonesia yang kaya akan keberagaman. Denganmenahan diri dari perkataan yang menyakitkan dan menjauhi tindakan yang merugikan orang lain, masyarakat dapat membangun kehidupan yang damai danrukun. Seruan para ulama tersebut bukan sekadar wacana, tetapi merupakan langkah nyatauntuk menguatkan agenda pemerintah dalam menjaga persatuan. Di tengahderasnya arus disinformasi, kehadiran ulama menjadi penyeimbang. Mereka memilikiotoritas moral dan kedekatan dengan umat, sehingga pesannya lebih mudahditerima oleh masyarakat luas. Ketika ulama mengingatkan umat agar tidakmenyebarkan berita bohong dan tetap mengedepankan sikap damai, maka peluanguntuk meredam potensi kerusuhan semakin besar. Ulama juga menegaskan perlunya masyarakat waspada terhadap penyebaran hoaksdi media sosial. Berita bohong kerap muncul dengan narasi provokatif yang sengajadirancang untuk menimbulkan kebencian. Jika masyarakat terjebak dalam informasiyang tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka emosi massa dapat tersulut danberkembang menjadi aksi anarkis. Kehadiran ulama di ruang publik menjadi filter penting agar umat tidak mudah terhasut. Dengan bahasa agama yang menyejukkan, ulama mengajak masyarakat untuk mengutamakan persaudaraan dan menjauhifitnah. Dalam konteks lebih luas, peran ulama sebagai penjaga moral bangsa tidak dapatdilepaskan dari tanggung jawab kebangsaan. Seruan para ulama untuk menahandiri, menjaga persatuan, serta menjauhi provokasi merupakan bentuk kontribusinyata terhadap agenda pemerintah dalam menciptakan stabilitas nasional. Ulamamemahami bahwa tanpa stabilitas, berbagai program pembangunan akan sulitdiwujudkan. Karena itu, mereka berdiri di garda terdepan, memastikan umat tidakmudah terjebak dalam jebakan hoaks yang berpotensi menggoyahkan keutuhanbangsa. Seruan kewaspadaan terhadap hoaks yang disampaikan para ulama sekaligusmenjadi pengingat bahwa damai adalah jalan utama menuju kemajuan. Indonesia yang plural hanya bisa bertahan jika masyarakatnya memilih jalan persaudaraan, bukan perpecahan. Ulama dengan wibawa moralnya telah mengingatkan umat untukmenjaga ketenangan, mendukung pemerintah, dan menghindari segala bentukprovokasi. Dalam situasi apapun, pilihan untuk tetap damai dan rasional adalahwarisan nilai yang harus dijaga bersama. Dengan demikian, pesan yang muncul dari ulama tidak hanya relevan untuk kondisisaat ini, tetapi juga menjadi pedoman jangka panjang. Hoaks akan terus hadirselama ruang digital terbuka lebar, namun dengan bimbingan ulama dan kesigapanpemerintah, bangsa ini dapat melewati berbagai ujian. Seruan ulama untuk waspadaterhadap hoaks pada akhirnya menegaskan bahwa menjaga persatuan bangsaadalah bagian dari ibadah, dan menolak anarkisme adalah wujud nyata cinta tanahair. *) Pegiat Literasi Kebangsaan – Santri Ponpes Darunnajah
-
Dana Judi Daring Dibekukan, Pemerintah Tunjukkan Komitmen Tegas
Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik jual beli rekening bank. Pasalnya, praktik tersebut terbukti menjadi jalur utama dalam memfasilitasi judi daring maupun tindak penipuan lainnya. Deputi Bidang Analisis dan Pemeriksaan PPATK, Danang Tri Hartono, menegaskan bahwa keberlangsungan aktivitas judi daring sangat bergantung pada sistem…
-
Pemerintah Perkuat Perang Melawan Judi Daring di Era Digital
Oleh: Bara W.*) Fenomena judi daring di Indonesia semakin kompleks dengan berkembangnya teknologi digital. Aktivitas ini tidak hanya memicu kerugian finansial masyarakat, tetapi juga menimbulkan dampak sosial yang luas, mulai dari kecanduan, konflik keluarga, hingga praktik kriminal. Pemerintah bersama aparat penegak hukum dan para pakar menegaskan keseriusan mereka untuk menanggulangi masalah ini dengan langkah-langkah strategis…
-
Swasembada Energi Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesempatan Kerja
Jakarta – Komisi XII DPR RI tengah mempercepat revisi Undang-Undang Ketenagalistrikan sebagai langkah konkret mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia mandiri di bidang energi. Anggota Komisi XII DPR RI, Rokhmat Ardiyan, menegaskan revisi undang-undang ini tidak hanya fokus pada ketersediaan pasokan listrik, tetapi juga pemanfaatan serta distribusi energi yang lebih efektif. “Ingat, Indonesia…
-
Pembangunan PLTS 100 GW Perkuat Swasembada Energi dan Serap Tenaga Kerja
Pangkalpinang – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat swasembada energi nasional sekaligus menyerap tenaga kerja. Program ini tidak hanya menghadirkan energi bersih, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan lingkungan. Division Head of Corporate Social Responsibility MIND ID,…
-
Program Strategis PLTS 100 GW Kunci Swasembada Energi dan Perluasan Lapangan Kerja
Oleh: Hafizh Nurfarizi )* Transisi energi global tengah menjadi isu strategis yang tak bisa diabaikan. Negara-negara di dunia berpacu mengurangi ketergantungan pada energi fosil demi menciptakan masa depan yang lebih bersih, berkelanjutan, dan mandiri secara energi. Indonesia, dengan potensi energi terbarukan yang sangat besar, tentu tidak boleh tertinggal. Program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)…
