-
Pengesahan KUHAP Jadi Fondasi Utama Sistem Peradilan Pidana Modern
Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP) menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026. Pemerintah memberikan persetujuan penuh dan menegaskan bahwa regulasi baru ini menjadi fondasi utama bagi sistem peradilan pidana modern di Indonesia. Menteri Hukum (Menkum) Supratman…
-
Pengesahan KUHAP Baru: Reformasi Sistem Peradilan Pidana Menuju Cepat, Sederhana, dan Transparan
JAKARTA – DPR RI resmi mengesahkan Undang-Undang KUHAP terbaru dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta. Pengesahan ini dipandang sebagai langkah strategis dalam melakukan reformasi besar terhadap sistem peradilan pidana Indonesia. UU KUHAP yang baru dinilai jauh lebih modern, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik sehingga mendorong proses hukum yang lebih cepat, sederhana, dan transparan.…
-
Pengesahan KUHAP Baru: Momentum Proteksi Hukum dan Penguatan Peran Advokat Diperkuat
Oleh : Ricky Rinaldi Pengesahan KUHAP yang baru menjadi momentum penting bagi pemerintah dalam memperkuat fondasi sistem peradilan pidana nasional. Pembaruan ini tidak hanya dimaknai sebagai koreksi atas regulasi lama, tetapi juga sebagai langkah modernisasi hukum yang menegaskan keberpihakan negara pada keadilan substantif. Pemerintah ingin memastikan bahwa proses pidana berjalan lebih transparan, akuntabel, dan mampu…
-
Proses Legislasi KUHAP Berlangsung Secara Transparan dan Demokratis
Oleh: Bara Winatha*) Proses legislasi Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menjadi contoh bagaimana reformasi hukum di Indonesia bergerak ke arah yang lebih terbuka dan akuntabel. Pembahasan panjang lebih dari satu tahun menunjukkan komitmen Komisi III DPR RI bersama pemerintah untuk mengedepankan transparansi dalam…
-
Penetapan Gelar Pahlawan bagi Soeharto, Bukti Kedewasaan Bangsa Membaca Sejarah
Oleh : Gavin Asadit )* Keputusan Presiden Republik Indonesia menempatkan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 menandai babak penting dalam upaya negara mengakui jasa tokoh-tokoh yang dianggap memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa. Penganugerahan yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara itu dituangkan dalam…
-
Penetapan Gelar Pahlawan Soeharto Didukung Banyak Tokoh, Publik Diminta Hindari Polemik Berlarut
Oleh: Juana Syahril)* Keputusan pemerintah menetapkan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, sebagai Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 116/TK/Tahun 2025 bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2025 telah memunculkan beragam reaksi publik. Sejumlah pihak menyampaikan keberatan melalui aksi demonstrasi, sementara sebagian lainnya memberikan dukungan penuh atas keputusan tersebut. Di tengah dinamika itu, pemerintah menegaskan bahwa penetapan…
-
Jaga Situasi Kondusif, Publik Diminta Tak Terpengaruh Provokasi Gelar Pahlawan Soeharto
Jakarta – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah bersama seluruh elemen bangsa terus memantau dinamika seruan demonstrasi yang belakangan kembali mencuat di berbagai wilayah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah menghormati hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap menekankan pentingnya menjaga stabilitas serta menghindari provokasi yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban. Menurut…
-
Layak Dapat Gelar Pahlawan, Bangsa Apresiasi Peran Soeharto Dalam Stabilitas dan Pembangunan
Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden kedua RI, Soeharto, merupakan keputusan yang didasarkan pada penilaian objektif terhadap kontribusi historisnya bagi stabilitas nasional dan pembangunan jangka panjang. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa proses penetapan tersebut telah melalui mekanisme ketat sesuai ketentuan Dewan Gelar. Ia menegaskan bahwa “Pemerintah memberikan penghargaan ini sebagai…
-
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak Pemerataan Ekonomi di Era Pemerintahan Prabowo–Gibran
Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pemerintahan Prabowo–Gibran menempatkan pemerataan ekonomi sebagai salah satu prioritas utama dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif. Di tengah upaya tersebut, kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penggerak baru bagi kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. Melalui model kolaborasi dan pemberdayaan berbasis komunitas, Koperasi Desa Merah Putih mendorong masyarakat desa…
-
Koperasi Desa Merah Putih Solusi Pemerataan Akses Modal dan Distribusi Ekonomi di Daerah
Oleh: Yusuf Rinaldi)* Pemerataan ekonomi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kekuatan desa. Lebih dari 43 ribu desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke memiliki potensi sumber daya alam, manusia, dan budaya yang luar biasa, namun selama ini belum sepenuhnya dikelola secara optimal. Pemerintah, melalui kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan…
