-
DPR RI Putuskan Hapus Tunjangan, Waspadai Narasi Hoaks Pemicu Perpecahan
Oleh : Zaki Walad )* Keputusan DPR RI untuk menghapus tunjangan perumahan anggota dewan sejak 31 Agustus 2025 menjadi tonggak penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Langkah tersebut bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan wujud nyata keseriusan parlemen dalam mendengarkan aspirasi masyarakat. Selama beberapa pekan terakhir ini, publik menyuarakan tuntutan 17+8 melalui berbagai aksi besar di banyak kota. Kemudian mengetahui hal…
-
Bentuk Komitmen pada Rakyat: DPR RI Cabut Tunjangan, Hoaks Hanya Ganggu Persatuan
Oleh : Faradiba Quena )* DPR RI telah menunjukkan bagaimana langkah nyata dari keberpihakan parlemen tersebutterhadap suara rakyat dengan bergerak cepat dalam mengambil langkah mencabut tunjangan perumahan anggota dewan per 31 Agustus 2025. Keputusan itu bukan hanya sekadar melakukan pemangkasan fasilitas saja, melainkan juga sekaligus sebagai bentuk komitmen politik kuat yang langsung menjawab tuntutan rakyat. Aksi unjuk rasa beberapa pekan terakhir yang mengusung agenda 17+8 terbukti mendapat respons cepat dan konkret. Parlemen tidak menunggu…
-
Tokoh Papua Imbau Warga Tak Terprovokasi Aksi Demonstrasi Anarkis
Manokwari – Sejumlah tokoh masyarakat, adat, dan agama di Papua menegaskan pentingnya menjaga ketertiban serta menolak segala bentuk provokasi terkait gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Para tokoh menilai, dinamika politik di tingkat nasional, termasuk aksi di Jakarta dan kota-kota besar lain, tidak semestinya memengaruhi stabilitas di Papua yang selama ini dikenal…
-
Tokoh Adat Papua Menolak Demo Demi Keamanan dan Pembangunan
Oleh : Yohanes Wandikbo )* Gelombang demonstrasi yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia beberapa waktu terakhir, termasuk di Papua, menghadirkan dinamika tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Aksi turun ke jalan yang berubah menjadi kericuhan bukan hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga berpotensi merusak tatanan sosial dan pembangunan yang tengah berjalan. Dalam konteks Papua, suara tokoh adat menjadi…
-
Proyek Kelistrikan Nasional Percepat Swasembada Energi dan Serapan Tenaga Kerja
Jakarta, – Pemerintah bersama PT PLN (Persero) resmi mempercepat implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Langkah ini bertujuan memperkuat swasembada energi nasional, mempercepat transisi menuju energi bersih, sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. RUPTL 2025–2034 menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga tahun 2034, dengan porsi lebih dari 70 persen berasal…
-
Pemerintah Percepat Realisasi LNG Abadi Masela Demi Swasembada Energi Nasional
Jakarta – INPEX CORPORATION (INPEX), melalui anak usahanya INPEX Masela, Ltd. (INPEX Masela) sebagai operator bersama para mitra Joint Venture, yaitu PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan PETRONAS Masela Sdn. Bhd. (PETRONAS Masela), resmi memulai tahap Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi, Blok Masela di Indonesia. Wakil Menteri Energi dan…
-
Pemerintah Tegaskan Program Swasembada Energi Hadirkan Lapangan Kerja
Oleh : Adhika Utama Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam meneguhkan program swasembada energisebagai salah satu pilar utama dalam strategi pembangunan nasional, tidak hanya demi kemandirian energi, melainkan juga sebagai peluang terciptanya lapangan kerja yang luas danberkualitas. Dengan semangat mewujudkan ketahanan energi dalam negeri, pemerintahmenyusun sejumlah kebijakan yang sinergis antara pengembangan sumber daya alam terbarukan, peningkatan efisiensi energi, serta transformasi teknologi energi. Upaya ini diharapkan tidakmampu mengurangi ketergantungan pada impor energi, menekan beban devisa negara, danmembuka banyak kesempatan kerja Langkah awal yang diambil pemerintah adalah memperkuat fondasi yang mendukungpengembangan energi domestik. Dari percepatan perizinan proyek energi terbarukan, sepertipanas bumi, energi angin, matahari, hingga bioenergi, hingga pemberian insentif fiskal bagiinvestasi di sektor-sektor tersebut, kebijakan ini dirancang agar semakin menarik bagi pelakuusaha, baik lokal maupun asing. Dalam praktiknya, kemudahan regulasi juga membuka peluangbagi tenaga kerja terampil di sektor konstruksi, teknik, dan penelitian. Banyak perusahaan lokalkini dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur pembangkit, transmisi, dan distribusi energi. Efeknya pun mulai terasa melalui penyerapan energi kerja lokal serta peningkatan kapasitassumber daya manusia. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskanPLN akan memastikan seluruh proyek berjalan optimal dan memberi manfaat luas, melaluipengembangan PLTP di berbagai daerah, PLN tidak hanya mendukung ketahanan energinasional dan transisi menuju energi hijau, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerahmelalui keterlibatan pelaku usaha lokal dan penyerapan tenaga kerja Salah satu sektor energi dengan pertumbuhan mencolok adalah pembangkit listrik berbasisenergi terbarukan. Pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional secara bertahap. Banyak tenaga lokal, baik teknik maupun non-teknik, kini mendapatkan peluang kerja nyata di daerah masing-masing, terutama ketikapemerintah mentransfer teknologi dan keterampilan melalui pelatihan dan kolaborasi dengansektor pendidikan vokasi. Upaya swasembada energi tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada efisiensi daninovasi teknologi. Pemerintah menggencarkan kampanye peningkatan efisiensi energi di sektorindustri, transportasi, dan bangunan. Dengan menerapkan standar-standar efisiensi baru, sepertipenggunaan lampu LED hemat energi, pengaturan sistem pendingin udara hemat daya, hinggakendaraan berbasis listrik, terciptalah ekosistem baru yang membutuhkan tenaga ahli di bidangaudit energi, instalasi. Selain itu, penguatan riset dan inovasi menjadi bagian integral dari upaya swasembada energi. Pemerintah mendukung lembaga penelitian, universitas, dan industri untuk mengembangkanteknologi energi di negeri ini. Mulai dari pengembangan panel surya generasi lanjut, bateraiefisien, hingga sistem smart grid untuk menghubungkan dan mengatur distribusi energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa sektor energidan pertambangan berpotensi membuka 6,2 juta lapangan kerja hingga tahun 2030. Peluang kerjaini berasal dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik, hilirisasi, serta pembangunanpembangkit dan transmisi listrik. Namun, beliau menekankan pentingnya kualitas tenaga kerjayang terampil untuk menyerap peluang tersebut. Tidak kalah pentingnya, pemerintah juga mendorong penguatan sektor bioenergi domestik, seperti produksi biodiesel, biogas, dan bioetanol berbasis bahan baku lokal—termasuk limbahpertanian. Dengan memanfaatkan potensi limbah sawit, biomassa pertanian, dan sampah organikperkotaan, program ini mencakup pembangunan Keberpihakan pemerintah terhadap swasembada energi juga mengedepankan prinsip inklusivitasdaerah. Pemerataan proyek energi memastikan bahwa pembangunan tidak bertujuan di PulauJawa saja, melainkan merambah berbagai provinsi, termasuk daerah terpencil dan timurIndonesia. Oleh karena itu, lapangan kerja tidak hanya hadir di kota besar, tetapi juga di desa-desa dan komunitas di wilayah kepulauan. Program peta jalur tenaga kerja pertanian hasil desa, kolaborasi antar pemerintah daerah dan kementerian terkait, serta pelatihan teknis lokasi-spesifikmemperkuat dampak sosial dan ekonomi. Kesempatan kerja membuka jalan peningkatankesejahteraan, mengurangi tekanan urbanisasi, dan memperkuat kemandirian ekonomi lokal. Lebih jauh lagi, implementasi program swasembada energi juga diproyeksikan mendukungpencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama yang berkaitan dengan ekonomi inklusif, pekerjaan layak, dan energi bersih. Sinergiantara Kementerian ESDM, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Bappenas mengusungpendekatan menyeluruh: menyusun peta jalan energi nasional yang terintegrasi dengan strategipelatihan vokasi dan pemagangan industri. Pemerintah juga memenuhi pencapaian target penyerapan tenaga kerja, kualitas Upaya ini tidak akan datang tanpa tantangan. Ketersediaan anggaran, kesiapan tenaga kerjatersertifikasi, keterbatasan infrastruktur di daerah terpencil, serta resistensi perubahan dari bisnislama menjadi tantangan nyata. Namun, pemerintah terus mengupayakan mitigasi—melaluiskema kolaborasi pembiayaan, kerja sama internasional dalam transfer teknologi, hinggapelatihan insentif dan sertifikasi gratis. Beberapa program pemaparan teknologi digelar di wilayah perintis, guna menampilkan manfaat nyata, membangkitkan antusiasme masyarakat, serta mendorong investasi sektor swasta. Hasilnya, proyek-proyek tersebut kian menunjukkanefek domino dalam menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung: mulai dari tukangkonstruksi, teknisi, hingga tenaga administrasi dan pendukung. )* Pengamat Kebijakan Publik
-
Swasembada Energi Jadi Pilar Ekonomi Baru dengan Perluasan Kesempatan Kerja
Oleh : Arka Dwi Francesco )* Pemerintah Indonesia semakin mempertegas prioritas nasional berupa swasembada energi sebagai pilar ekonomi baru, sekaligus penggerak utama penciptaan lapangan kerja. Di tengah tantangan ketahanan pasokan dan ketegangan geopolitik global, tekad ini menjadikan energi mandiri sebagai fondasi penting bagi kedaulatan dan kesejahteraan nasional. Langkah ini juga menegaskan bahwa Indonesia tidak lagi hanya menjadi…
-
CKG Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat
Jakarta – Pemerintah terus memperluas jangkauan program prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dua di antaranya adalah program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Koperasi Merah Putih, yang baru-baru ini dipantau langsung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenko Polhukam, Marsma TNI Agus Pandu Purnama, mengatakan…
-
Program CKG Jadi Langkah Nyata Pemerataan Kesehatan
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen pemerataan layanan kesehatan melalui implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini dipandang sebagai terobosan nyata dalam mewujudkan transformasi sistem kesehatan, terutama bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Anggota Komisi IX DPR, Cellica Nurrachadiana, menekankan bahwa keberhasilan program CKG…