-
Porsi Nutrisi MBG untuk Lansia Diharapkan Tingkatkan Kualitas Hidup di Usia Senja
JAKARTA — Pemerintah terus memperkuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan, terutama para lansia terlantar. Pemberian porsi nutrisi khusus bagi lansia dinilai dapat membantu menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka di usia senja. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, program MBG akan menyasar lansia terlantar berusia di atas…
-
Pemerintah Targetkan 82 Juta Penerima MBG: Lansia Termasuk Prioritas Perlindungan Pangan Nasional
Jakarta – Pemerintah menargetkan perluasan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 82,9 juta orang pada akhir 2026 sebagai bagian dari penguatan perlindungan pangan nasional. Program ini tidak hanya menyasar anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga menempatkan kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas sebagai prioritas utama dalam kebijakan sosial pemerintah. Presiden…
-
MBG Plus Pendampingan Jadi Terobosan PemerintahTingkatkan Gizi Lansia
Oleh: Lilis Anggina Sari* Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalammembangun kesejahteraan sosial yang inklusif melaluipenyiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilengkapi dengan pendampingan bagi lansia. Kebijakanini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir secara utuhdalam menjawab tantangan peningkatan kualitas hidupwarga lanjut usia, khususnya mereka yang berada dalamkondisi rentan. Di tengah meningkatnya jumlah penduduklansia, langkah pemerintah ini menunjukkan keberpihakanyang jelas terhadap kelompok usia lanjut sebagai bagianpenting dari pembangunan nasional yang berkeadilan. Program MBG bagi lansia bukan sekadar perluasansasaran bantuan pangan, melainkan sebuah transformasikebijakan sosial yang berorientasi pada peningkatankualitas hidup secara menyeluruh. Pemerintah memahamibahwa persoalan lansia tidak hanya berkaitan denganpemenuhan kebutuhan makan, tetapi juga menyangkutaspek kesehatan, perawatan, dan keberlanjutan hidupsehari-hari. Oleh karena itu, kehadiran pendamping ataucaregiver dalam skema baru MBG menjadi terobosanpenting yang menempatkan aspek kemanusiaan sebagaifondasi kebijakan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa MBG bagi lansia terlantar berusia di atas 75 tahun dan penyandang disabilitas telah memperoleh persetujuanPresiden Prabowo Subianto dan ditargetkan menjangkaulebih dari 100 ribu penerima manfaat. Dukungan penuhdari Presiden menunjukkan bahwa program ini merupakanprioritas nasional yang dirancang secara serius dan berjangka panjang. Dengan jaminan makanan bergizi dua kali sehari, pemerintah berupaya memastikan bahwalansia tetap mendapatkan asupan nutrisi yang memadaiuntuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan di usialanjut. Pendekatan yang dilakukan Kementerian Sosial melaluiMBG plus pendampingan mencerminkan perubahanparadigma dalam kebijakan sosial. Program permakananyang sebelumnya telah berjalan kini ditingkatkan menjadilayanan yang lebih komprehensif dengan standar yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia. Pendampinganharian oleh caregiver tidak hanya membantu dalam halperawatan fisik, tetapi juga memberikan rasa aman, perhatian, dan kepedulian sosial yang sangat dibutuhkanoleh lansia yang hidup sendiri. Dengan demikian, negara hadir tidak hanya sebagai penyedia bantuan, tetapisebagai mitra kehidupan bagi warganya. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besarpemerintah dalam memasuki fase penajaman dan perluasan dampak kebijakan sosial pada 2026. Kementerian Sosial menempatkan MBG lansia dan disabilitas sebagai agenda baru yang melengkapiberbagai transformasi kebijakan lainnya, mulai daripenguatan bantuan sosial berkelanjutan, revitalisasi pusatkesejahteraan sosial, hingga pengembangan care economy. Seluruh kebijakan tersebut dirancang untuksaling terhubung dan memperkuat satu sama lain dalammenciptakan sistem perlindungan sosial yang tangguh. Pemerintah juga menunjukkan keterbukaan dan sikapresponsif terhadap masukan publik dalampenyempurnaan program MBG. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintahmembuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untukmemberikan saran dan catatan terkait pelaksanaanprogram-program sosial. Sikap ini mencerminkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan adaptif, di mana kebijakan tidak berjalan secara sepihak, melainkan terusdisempurnakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Perluasan cakupan MBG yang diatur dalam PeraturanPresiden Nomor 115 Tahun 2025 semakin menegaskankeseriusan pemerintah dalam memastikan pemenuhangizi bagi seluruh kelompok rentan. Selain lansia dan penyandang disabilitas, anak usia sekolah yang putussekolah juga resmi masuk dalam daftar penerimamanfaat. Kebijakan ini memperlihatkan keberanianpemerintah untuk menutup celah-celah perlindungansosial dan memastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Dalam konteks pelaksanaan di daerah, koordinasi lintaslembaga terus diperkuat untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran. Pemerintah pusatmendorong sinergi antara Kementerian Sosial, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta satuan pelayananpemenuhan gizi. Pendekatan berbasis data dan keterlibatan tenaga ahli gizi menjadi landasan pentingagar makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhanspesifik lansia dan penyandang disabilitas, sekaligusmenjaga standar kualitas layanan. Program MBG plus pendampingan bagi lansia juga memiliki dampak strategis dalam jangka panjang. Denganmenjaga kondisi gizi dan kesehatan lansia sejak dini, pemerintah turut berkontribusi dalam menekan risikopenyakit kronis dan ketergantungan layanan kesehatanyang lebih mahal di kemudian hari. Investasi sosial initidak hanya berdampak pada individu penerima manfaat, tetapi juga pada ketahanan sistem kesehatan nasionaldan kesejahteraan keluarga secara luas. Secara keseluruhan, kebijakan Pemerintah MenyiapkanMBG Plus Pendampingan untuk Lansia merupakanlangkah progresif yang patut diapresiasi. Program inimenegaskan bahwa pembangunan nasional tidak semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup manusia di setiap tahapusia. Dengan pendekatan yang inklusif, terencana, dan berkelanjutan, MBG lansia menjadi simbol kehadirannegara…
-
Perluasan MBG Bukti Negara Hadir Jaga Gizi Kelompok Lansia
Oleh: Nadira Citra Maheswari)* Perluasan program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang kini mulai menyasar kelompok lansia mendapat sambutan positif dari berbagai lapisan masyarakat. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan kelompok usia lanjut memperoleh akses pangan bergizi yang berkelanjutan. Selama ini, MBG lebih dikenal sebagai intervensi gizi untuk anak-anak, namun perluasan sasaran kepada lansia menunjukkan…
-
Swasembada Energi Dikebut, Pemerintah Siap Akhiri Impor Solar dan Avtur
Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan peran kilang dalam negeri, terutama melalui revitalisasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur. Langkah tersebut merupakan strategi utama untuk menggantikan impor bahan bakar seperti solar dan avtur serta memperkuat kedaulatan energi nasional. Terkait hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…
-
Menuju Swasembada Energi, Indonesia Siap Stop Impor Solar 2026
Jakarta – Pemerintah Indonesia semakin optimistis untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai 2026. Langkah strategis ini dipastikan dapat tercapai seiring dengan beroperasinya proyek besar Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, yang menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),…
-
Mengapresiasi Pemerintah Perkuat Kedaulatan Energi Lewat Penghentian Impor BBM
Oleh : Gavin Asadit )* Indonesia memasuki babak baru dalam perjalanan panjang menuju swasembada energi nasional. Memasuki awal 2026, optimisme pemerintah semakin menguat seiring dengan berbagai kebijakan strategis yang mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu langkah paling signifikan adalah persiapan penghentian impor solar dan avtur secara bertahap, yang menandai perubahan fundamental dalam tata kelola energi nasional. Transisi…
-
Kilang Balikpapan Siap Penuhi Kebutuhan BBM, PerkuatSwasembada Energi Tanpa Impor
Oleh: Alexandro Dimitri*) Peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan oleh Presiden RI Prabowo Subianto menandai babak baru dalam sejarah energi nasional. Proyek strategis nasional senilai sekitar US$ 7,4 miliar (sekitar Rp123 triliun) ini bukan hanya sekadar modernisasi infrastruktur; ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi dan kemandirian BBM tanpa tergantung impor yang selama puluhan tahun menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Dengan…
-
Pemerintah Genjot Hilirisasi Semikonduktor demi Optimalkan Daya Saing di ASEAN
Jakarta – Chairman Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC), Trio Adiono, menegaskan bahwa penguatan riset dan pengembangan desain chip menjadi strategi utama untuk mengantarkan Indonesia masuk ke dalam rantai nilai global atau Global Value Chain (GVC) industri semikonduktor dunia. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pesaing utama di kawasan ASEAN dalam industri…
-
Kolaborasi Internasional, Hilirisasi Semikonduktor Buka Peluang Investasi Baru
Jakarta – Upaya Indonesia memperkuat hilirisasi industri semikonduktor terus menunjukkan kemajuan signifikan melalui penguatan kolaborasi internasional. Sinergi antara pemerintah, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra global dinilai menjadi faktor kunci untuk mendorong Indonesia masuk lebih dalam ke rantai nilai global (Global Value Chain/GVC) industri semikonduktor dunia, sekaligus membuka peluang investasi baru bernilai besar. Chairman Indonesia…