Kepuasan Publik 79,9 Persen, Prabowo Paham Cara Merangkul Semua


Jakarta — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tercatat mencapai 79,9 persen. Angka ini dinilai mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap arah kepemimpinan nasional, sekaligus menggambarkan gaya kepemimpinan Presiden yang terbuka terhadap kritik dan mampu merangkul berbagai elemen.

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa hasil survei nasional menunjukkan kepuasan publik berada di level tinggi.

“Hasil survei nasional menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen, menandakan kepercayaan masyarakat yang kuat pada arah kepemimpinan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya tingkat kepuasan tersebut didorong oleh persepsi publik terhadap ketegasan Presiden dalam pemberantasan korupsi, program bantuan kepada rakyat, serta kinerja yang dinilai memiliki bukti nyata. Burhanuddin juga menekankan bahwa basis kepuasan kuat datang dari generasi muda yang melihat kepemimpinan Presiden Prabowo mampu menjaga stabilitas politik dan keamanan, sekaligus meletakkan fondasi pembangunan jangka panjang.

Dari sisi komunikasi politik, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai Presiden Prabowo bukan sosok yang anti-kritik.

“Pak Prabowo itu tidak anti kritik, menurut saya dia memahami bagaimana menangani kritik termasuk dengan berdialog dan merangkul semua,” kata sosok yang akrab disapa Hensat itu.

Ia mengulas pernyataan Presiden dalam sebuah rapat nasional yang sempat ramai diperbincangkan publik.

“Rakornas kemarin Prabowo ngomong ‘Kalau nggak suka dengan kebijakan saya, tarung di 2029,’ nah apakah itu anti-kritik? Enggak. Cuma dia baper aja dan baper itu manusiawi,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa capaian kepuasan publik tidak dijadikan tujuan utama pemerintahan.

“Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 79,9 persen diposisikan sebagai refleksi kepercayaan masyarakat, namun bukan tujuan utama pemerintahan,” ujarnya.

Ia menegaskan fokus Presiden tetap pada percepatan program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat, terutama pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan.

Sikap terbuka terhadap evaluasi juga disampaikan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

“Tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tidak membuat pemerintah dan Partai Gerindra mengabaikan suara minoritas yang menyatakan ketidakpuasan,” kata Dasco.

Menurutnya, sekitar dua persen publik yang menyatakan tidak puas justru dipandang sebagai masukan penting untuk perbaikan kebijakan ke depan.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Kurnia Ramadhana menambahkan bahwa isu pemberantasan korupsi menjadi faktor utama dalam penilaian publik.

“Ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah,” ujarnya.

Dengan tingkat kepuasan yang tinggi, dan sikap terbuka terhadap kritik, kepemimpinan Presiden Prabowo dinilai tidak semata bertumpu pada legitimasi mayoritas, melainkan juga pada kemampuan merangkul, berdialog, dan terus melakukan introspeksi demi perbaikan berkelanjutan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *