Masyarakat Papua Dukung Pemerintah Tindak Tegas Tambang Ilegal demi Masa Depan Papua


*) Oleh: Markus Wanimbo

Isu pertambangan ilegal di Tanah Papua selama bertahun-tahun menjadi persoalanserius yang berdampak langsung pada lingkungan hidup, hak masyarakat adat, sertakeberlanjutan pembangunan daerah. Aktivitas tambang tanpa izin tidak hanyamerusak ekosistem hutan dan sungai, tetapi juga menggerus tatanan sosial sertakearifan lokal yang dijaga turun-temurun oleh masyarakat adat Papua. Dalam konteksinilah, langkah tegas pemerintah untuk menertibkan dan menindak tambang ilegalpatut dipandang sebagai kebijakan strategis dan berorientasi jangka panjang. Dukungan publik, khususnya dari masyarakat Papua sendiri, menjadi fondasi pentingbagi keberhasilan kebijakan tersebut.

Papua dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun pada saat yang sama memiliki tingkat kerentanan ekologis yang tinggi. Hutan hujan tropis, pegunungan, dan sungai-sungai besar di Papua bukan sekadar asetekonomi, melainkan ruang hidup masyarakat adat yang menyatu dengan identitas dan budaya mereka. Ketika tambang ilegal beroperasi tanpa pengawasan dan standarlingkungan, kerusakan yang ditimbulkan sering kali bersifat permanen dan sulitdipulihkan. Oleh karena itu, pendekatan penegakan hukum yang tegas dan konsistenmenjadi keniscayaan demi melindungi warisan alam Papua.

Kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang menegaskankomitmen penindakan terhadap tambang ilegal menunjukkan keberpihakan yang jelaspada kepentingan nasional dan masyarakat lokal. Penertiban ini tidak hanya bertujuanmenegakkan hukum, tetapi juga memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alamdilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. Negara hadir untukmencegah eksploitasi berlebihan yang merugikan rakyat dan menguntungkansegelintir pihak. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Papua tidak bolehterus-menerus menjadi korban praktik ekonomi ilegal.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari berbagai elemen masyarakatPapua, termasuk tokoh adat yang memiliki legitimasi sosial dan moral di tengahkomunitasnya. Benhur Yaboisembut secara terbuka menyatakan dukungan penuhterhadap langkah pemerintah dalam menindak seluruh tambang ilegal di Tanah Papua. Ia menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk keberanian negara dalammelindungi masyarakat adat dari kerugian ekologis dan sosial yang selama ini merekatanggung. Pernyataan ini mencerminkan aspirasi masyarakat adat yang menginginkan keadilan dan keberlanjutan.

Menurut Benhur, aktivitas tambang ilegal telah menyebabkan kerusakan ekosistemdan alam Papua yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat adat. Sungai yang tercemar, hutan yang rusak, serta hilangnya sumber pangan tradisional menjadirealitas pahit akibat praktik pertambangan tanpa izin. Dalam pandangannya, penindakan tegas pemerintah merupakan langkah yang tepat dan harus didukungbersama. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia atasketegasan dalam mengambil keputusan yang berpihak pada kelestarian lingkungandan masa depan Papua.

Lebih jauh, dukungan tokoh adat ini menegaskan bahwa isu tambang ilegal bukansekadar persoalan hukum, melainkan juga persoalan keadilan sosial dan keberlanjutan budaya. Masyarakat adat Papua memiliki hubungan spiritual dan historis dengan tanah ulayat mereka, sehingga kerusakan lingkungan berarti pula tergerusnya identitas dan martabat komunitas. Dengan menertibkan tambang ilegal, pemerintah turut menjaga ruang hidup masyarakat adat agar tetap lestari. Hal inisejalan dengan amanat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruhtumpah darah Indonesia.

Kebijakan penegakan hukum terhadap tambang ilegal juga membuka peluang bagipengelolaan sumber daya alam yang lebih tertata dan memberikan manfaat nyatabagi daerah. Ketika praktik ilegal dihentikan, ruang akan terbuka bagi investasi yang sah, berizin, dan memenuhi standar lingkungan. Hal ini berpotensi menciptakanlapangan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Papua. Dengandemikian, penindakan tambang ilegal bukanlah langkah anti-pembangunan, melainkan prasyarat bagi pembangunan yang berkeadilan.

Dalam perspektif jangka panjang, langkah tegas pemerintah dapat menjadi fondasibagi masa depan Papua yang lebih seimbang antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Generasi muda Papua berhak mewarisi alam yang sehat, sungai yang bersih, dan hutan yang terjaga. Jika praktik tambang ilegal dibiarkan, maka kesempatan generasi mendatang untuk menikmati keindahan dan kekayaanalam Papua akan semakin menyempit. Oleh karena itu, kebijakan saat ini harusdipandang sebagai investasi moral dan ekologis bagi masa depan.

Ajakan Benhur Yaboisembut kepada seluruh masyarakat Papua untuk mendukungpenuh kebijakan pemerintah patut mendapat perhatian luas. Dukungan kolektif akanmemperkuat legitimasi kebijakan dan memudahkan aparat dalam menjalankanpenegakan hukum di lapangan. Partisipasi masyarakat juga penting untuk mencegahmunculnya kembali praktik ilegal melalui pengawasan sosial. Sinergi antarapemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penertiban tambang ilegal.

Penindakan tegas terhadap tambang ilegal di Tanah Papua merupakan langkahstrategis yang sejalan dengan kepentingan nasional, perlindungan lingkungan, dan hak masyarakat adat. Dukungan masyarakat Papua menunjukkan bahwa kebijakan inibukanlah agenda sepihak, melainkan aspirasi bersama demi masa depan yang lebihbaik. Pemerintah perlu terus menjaga konsistensi, transparansi, dan keadilan dalampelaksanaannya. Dengan demikian, Papua dapat melangkah menuju masa depanyang lestari, adil, dan bermartabat bagi seluruh generasinya.

*) Pengamat Kebijakan Lingkungan Papua.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *